Selamatkan Bumi
Mulai dari Sampahmu
Pelajari cara mengelola sampah dengan benar untuk masa depan yang lebih hijau dan lestari.
Pelajari Lebih LanjutMasalah Sampah Saat Ini
Dunia sedang menghadapi krisis sampah global.
Pencemaran Laut
Jutaan ton plastik berakhir di laut setiap tahunnya, membunuh biota laut.
Banjir Karena Sampah
Tumpukan sampah yang menyumbat aliran sungai menjadi penyebab utama banjir.
Penyebaran Penyakit
Sampah yang berserakan menjadi sarang bakteri dan sumber penularan penyakit.
Organik vs Non-Organik
Kenali jenis sampahmu agar dapat dikelola dengan tepat.
Sampah Organik
- Berasal dari makhluk hidup
- Mudah terurai di alam (biodegradable)
- Contoh: Sisa makanan, daun, ranting
- Pengelolaan: Dijadikan kompos atau biogas
Sampah Non-Organik
- Berasal dari bahan sintetis/buatan
- Sulit terurai (ratusan tahun)
- Contoh: Plastik, kaca, logam, styrofoam
- Pengelolaan: Daur ulang (Recycle), kurangi (Reduce)
Pelajari Lebih Lanjut
Tonton video edukasi singkat berikut untuk memahami perbedaan sampah dengan lebih mudah.
Prinsip 3R
Langkah sederhana untuk gaya hidup minim sampah.
Reduce (Kurangi)
Mencegah timbulan sampah sejak awal dengan mengurangi konsumsi barang sekali pakai, seperti membawa tas belanja sendiri.
Reuse (Guna Ulang)
Memanfaatkan kembali barang yang masih layak pakai untuk fungsi yang sama atau berbeda agar tidak langsung dibuang.
Recycle (Daur Ulang)
Mengolah barang bekas menjadi produk baru yang bermanfaat, seperti menyulap botol plastik menjadi pot tanaman.
Tahukah Kamu?
68.5
Juta Ton sampah dihasilkan di Indonesia setiap tahunnya.
400
Tahun waktu rata-rata yang dibutuhkan plastik untuk terurai di alam.
24%
Sampah di Indonesia masih belum terkelola dan berpotensi mencemari lingkungan.
Siap Menjadi Pahlawan Lingkungan?
Pelajari lebih dalam panduan lengkap pengelolaan sampah di halaman Edukasi atau baca artikel terbaru kami di halaman Publikasi.